Investor Akan Bangun Losmen Hingga Hotel Bintang 5 di Jalur Puncak 2

Jakarta -Para pengusaha hotel dan restoran yang tergabung dalam Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menjadi pihak yang menunggu selesainya pembangunan jalur Puncak 2 Bogor-Cianjur. Beberapa anggota PHRI sudah mencari lahan di kawasan tersebut untuk membangun properti seperti losmen hingga hotel bintang 5.

Wakil Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jhonnie Sugiarto mengatakan adanya kabar pembangunan jalur Puncak II membuat PHRI sempat menggelar rapat internal soal prospek kawasan tersebut. Hasilnya, banyak anggotanya yang sudah tak sabar membenamkan modalnya di Jalur Puncak 2.

"Sudah banyak yang mau investasi. Beberapa waktu lalu saat rapat internal, sudah banyak yang minat, kalau schedule pembangunan jalan sudah jelas, para investor akan masuk, karena dekat dengan Jakarta," katanya kepada detikFinance, Selasa (3/6/2014).

Ia mengatakan investor hotel yang akan masuk di kawasan itu merupakan pelaku lokal, namun Jhonnie masih merahasiakan siapa saja investor yang akan masuk.

"Di jalur ini semua kelas bisa masuk dari mulai losmen, mes perusahaan besar, tempat pelatihan karena udaranya masih sejuk, sampai hotel bintang 5, karena segmen masyarakat beragam ada yang sanggup sewa kamar hotel Rp 200.000, hingga Rp 2 juta. Investornya sementara ini baru dari lokal," katanya.

Namun Jhonnie menegaskan dua hal yang menjadi konsen para investor anggota PHRI terkait rencana investasi di Jalur Puncak II. Pertama soal Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), dan kedua soal Tata Ruang di kawasan itu.

"Jadi kalau soal dampak lingkungan sudah selesai, kawasan ini menarik buat investasi," katanya.

Kawasan Jalur Puncak II berada di dua kabupaten yaitu Bogor dan Cianjur, Jawa Barat. Jalurnya dimulai dari kawasan Sirkuit Sentul (Bogor)-Babakan Madang-Hambalang- Sukmamakmur-Pacet Istana Cipanas (Cianjur).

Pihak Kementerian PU selaku pihak yang menggarap pembangunan jalur ini belum bisa memastikan kapan proyek ini tuntas. Proyek ini mulai disiapkan sejak 2011, dan sudah mendapatkan kucuran anggaran dari 2012-2014.

"Targetnya selesainya belum pasti, totalnya itu kan 48 km, sampai tembus ke Taman Bunga (Cianjur)," kata Kepala Balai Jalan Nasional IV Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Bambang Hartadi.

Link Berita : http://finance.detik.com/read/2014/06/03/143327/2598447/1016/investor-akan-bangun-losmen-hingga-hotel-bintang-5-di-jalur-puncak-ii

Kapan Proyek Jalur Puncak II Selesai?

http://images.detik.com/content/2014/06/03/1016/071646_puncak21.jpg
Pihak Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) salah satu pihak yang terlibat dalam proyek pembangunan jalur Puncak II, Jawa Barat belum bisa memastikan kapan proyek ini bisa selesai. Proyek yang diinisiasi oleh Provinsi Jawa Barat sejak 2011 lalu kini terkendala soal status lahan yang belum jelas diserahkan ke pemerintah pusat.

"Targetnya selesainya belum pasti, totalnya itu kan 48 km, sampai tembus ke Taman Bunga (Cianjur)," kata Kepala Balai Jalan Nasional IV Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Bambang Hartadi kepada detikFinance, Senin (2/6/2014).

Ia menjelaskan sejak Presiden SBY memberi lampu hijau proyek ini pada 2011 lalu, pihaknya sudah berbagi tugas dengan pemerintah provinsi. Waktu itu provinsi bertanggung jawab sebagai penyedia lahan. Namun Provinsi Jawa Barat melimpahkan soal pengadaan tanah ke pihak Kabupaten Bogor.

Selanjutnya pihak Kabupaten Bogor menggandeng para pengembang di kawasan tersebut untuk pengadaan tanahnya. Bambang menduga pengembang harus menyisihkan lahannya untuk pembangunan jalan jika ingin mendapatkan izin pengembangan kawasan di jalur tersebut.

"Para developer bekerjasama dengan bupati. Setahu saya Tommy Soeharto memang memberikan (hibah) lahannya, tapi Tommy akan diuntungkan kalau jalan ini dibangun, selama ini wilayah tersebut terisolir," kata Bambang.

Berapa Harga Tanah di Jalur Puncak II?

Jakarta -Pembangunan Jalur Puncak II di Bogor-Cianjur mendapat respons positif para pelaku bisnis perhotelan. Kawasan yang kini masih terisolir tersebut mengundang minat banyak investor.

Isu harga lahan menjadi pembahasan yang seksi terkait proyek jalan baru yang akan membentang sepanjang 48 Km itu. Berapa harga lahan di kawasan tersebut?

Wakil Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jhonnie Sugiarto mengatakan dirinya memang belum melakukan survei lapangan ke kawasan itu. Namun berdasarkan informasi sesama anggota PHRI, harga lahan di kawasan itu masih relatif murah dan bervariasi.

"Harganya bervariasi antara Rp 100.000 sampai Rp 500.000 per meter persegi, jadi kalau jalan itu sudah dibuka bisa naik cepat harganya," katanya kepada detikFinance, Selasa (3/6/2014).

Lahan di kawasan itu umumnya masih lahan kosong dan berbukit-bukit, termasuk di dalamnya ada perkebunan milik warga sekitar. "Sebagian masih milik warga, pengembang belum banyak," katanya.

Seperti diketahui wilayah yang dilewati Jalur Puncak II antara lain Babakan Madang (Kab. Bogor), Hambalang (Kab. Bogor), Sukamakmur (Kab.Bogor), Pacet Istana Cipanas (Kab. Cianjur).

Dampak pembangunan jalan baru ini diprediksi menganggat sektor properti di kawasan yang dilalui jalur Puncak II, termasuk di kawasan Sentul yang sudah banyak dimasuki pengembang besar, harga tanahnya relatif jauh lebih mahal.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan saat ini harga tanah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat sudah mencapai Rp 5-8 juta per meter persegi.

"Sekarang di Sentul saja sudah Rp 5-8 juta, nanti saya pikir akan naik," kata Ali.
(hen/hds)

Link berita :
http://finance.detik.com/read/2014/06/03/145914/2598483/1016/berapa-harga-tanah-di-jalur-puncak-ii

Jalur Proyek Jalan Puncak II

Rencana pembangunan jalan Puncak II akan melintasi Kabupaten Bogor-Cianjur, Jawa Barat sepanjang kurang lebih 47 Km. Rancangan awalnya, rute jalur ini melewati kawasan Sirkuit Sentul (Bogor)-Babakan Madang-Hambalang- Sukmamakmur-Pacet Istana Cipanas (Cianjur), Jawa Barat.
 Jalur Puncak 2
Namun dalam perkembangannya, jalur proyek ini sempat diusulkan mengalami perubahan. Pemerintah Kabupaten Bogor memang mengajukan sejumlah revisi terhadap jalur itu di sekitar Sentul. Namun, hingga kini, revisi itu juga belum mendapat kepastian dari pemerintah pusat.

“Kami masih menunggu keputusan dari Kementerian Pekerjaan Umum,” ujar Kepala Seksi Perencanaan Teknik Dinas Bina Marga dan Pengairan Pemerintah Kabupaten Bogor Asep Priana Afriadi dikutip dari Majalah detik, Senin (2/6/2014)

Proyek jalan ini tidak hanya memberi akses bagi warga Jakarta yang hendak menuju kawasan wisata populer di sekitar Puncak Pass, seperti Cisarua dan Cipanas. Jalan ini juga bakal menghidupkan wilayah yang sekarang relatif terisolasi meski sebenarnya jaraknya tidak terlalu jauh dari Ibu Kota.

Berikut ini beberapa rencana pengembangan di wilayah jalur puncak II:
  • Sirkuit Sentul, satu-satunya sirkuit kelas dunia di Indonesia.
  • Lapangan Golf Palm Hill.
  • Wisata petualangan, seperti gua, panjang tebing, jalur off-road, dan sepeda gunung.
  • Hutan wisata dan air panas Gunung Pancar. Sudah dibuka, tapi akan dikembangkan lebih luas.
  • Selain dibuka tempat istirahat kendaraan, dikembangkan taman wisata atau tempat outbound.
  • Dikembangkan agrowisata.
  • Pengembangan sapi potong

Proyek Jalur Puncak II yang Sudah Ditunggu-tunggu

Proyek jalur puncak II setidaknya sudah dipersiapkan sejak 2011 atau 3 tahun lalu. Proyek ini awalnya ditargetkan bisa rampung 2013. Namun kenyataannya hingga saat ini hanya sepanjang 3,5 km jalan yang sudah mulai diaspal dari total 47,8 km.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional IV Kementerian Pekerjaan Umum Bambang Hartadi menjelaskan penggagas jalan Puncak II adalah Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Menurut Bambang, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyampaikan ide tersebut kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat berkunjung ke Istana Cipanas sekitar tiga tahun lalu. Maklum saja, rombongan Presiden SBY kerap tersendat akibat macet dari Cipanas hingga keluar dari kawasan Puncak. Gayung pun bersambut, Presiden SBY setuju dengan pembangunan jalan alternatif menuju kawasan Puncak hingga kawasan Cipanas.

“Akhirnya diinstruksikan untuk membangun jalan itu,” kata Bambang dikutip dari Majalah detik Senin (2/6/2014).

Pembangunan melibatkan kerja sama pemerintah provinsi dengan pemerintah pusat. Pihak Provinsi meminta Kabupaten Bogor membebaskan lahan, sedangkan pusat bertugas membangun jalan dengan biaya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Rencana pembangunan jalan alternatif ke Puncak melewati kawasan sirkuit Sentul-Babakan Madang-Hambalang- Sukmamakmur-Pacet Istana Cipanas. Total anggaran untuk pembangunan jalan itu berdasarkan detail engineering design sebesar Rp 759 miliar. Jalan ini dirancang dengan lebar 30 meter dengan dua lajur menuju Jakarta serta dua lajur menuju Cipanas atau jauh lebih lebar dari jalur lama.